Sekolah dikecamatan Tungkal Ulu Kekurangan pengajar

0
55
Kondisi sekolah ditungkal ulu

P. Kondisi sekolah tidak layak pakai, belum lagi penggunaan dana bos yang diduga tidak tranparan

Jambinow.com, tanjabbarat – Sampai saat ini dikecamatan tungkal ulu kabupaten tanjabbarat maah kekurangan guru, akibat dari kekurangan itu sistim belajar mengajar yang nota bene program pwmerintah tidak berjalan makasimal.

beberapa sekolah dikabupaten Tanjabbarat karena hampir semua sekolah di Kecamatan Tungkal Ulu kabupaten Tanjabbarat mengeluhkan pemerataan guru PNS sehingga proses belajar dan mengajar dibeberapa sekolah tidak maksimal.

Dari hasil penelusuran Jambinow.com dilapangan semua sekolah SD dan SMP yang dikunjungi kondisinya sangat memprihatinkan.
Disamping kekurangan tenaga pendidik yang berstatus PNS disekolah tersebut, juga banyak di temui kejanggalan dalam pengolahan dana bos. Bahkan ada dugaan kepala sekolah yang tidak mengerti tentang Juknis pengolahan dana bos.
Terkait hal diatas ada Indikasi Pemerintahan kabupaten Tanjabbarat melalui dinas terkait tutup mata karena kondisi tersebut telah berlansung begitu lama bahkan beberapa sekolah yang sudah menyampaikan keluhannya sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,ada apa dengan dinas pendidikan Tanjabbarat,???

Dari hasil penelusuran SMP Satap 3 tungkal Ulu contohnya,Selain kekurangan guru PNS kondisi beberapa RKB tidak layak huni.Sekolah yang terdiri dari lebih kurang 270 Pelajar dan 18 staf pengajar hanya 3 orang yang berstatus PNS,sehingga proses belajar mengajar tidak efektif.selain itu kondisi 3 ruang kelas belajar hanya berdidinding kayu seadanya sehingga tidak layak huni.

Kepada sekolah Mugni S.pd saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dengan kondisi sekolah serba kekurangan dirinya berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk sekolah tersebut .” kondisi sekolah ini yang serba kekurangan ,baik dari guru,maupun RKB sayo berusaha lakukan yang terbaik untuk sekolah ini,dengan segala cara,”ringkasnya.

Sekdis pendidikan Tanjabbarat HM Yusuf mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.Dia juga mengakui bahwa kabupaten Tanjabbarat kekurangan guru PNS, Akan Tetapi Pemerintah melalui dinas pendidikan telah mengucurkan dana untuk guru honorer sebesar Rp.5000 (lima ribu rupiah )/ jam mengajar.selain itu pihak Juga akan menaikan Upah guru Honorer Di tahun 2019 menjadi Rp 7000 / Jam mengajar serta di tahun 2019 Pemerintah kabupaten Tanjabbarat akan menerima CPNS guru sebanyak 90 orang untuk memenuhi kuota guru PNS disekolah Kabupaten Tanjabbarat.

“Kami dari dinas akan segera menindaklanjuti permasalahan ini,dengan meningkatkan Honorium guru dari Rp.5000 menjadi Rp 7000 setiap Jam mengajar.Tahun 2019 Kabupaten Tanjabbarat menerima CPNS formasi guru sebanyak 90 orang,Tuturnya.”

Saat dikonfirmasi wartawan Jambinow.com mengenai pemotongan dana bos setiap sekolah sebesar 40 persen untuk pembayaran guru Honor serta di SPJ kan 15 persen sesuai Juknis, Kabid SD,SMP yang juga meneger Bos Muhammad Yusuf berdalih bahwa semua itu kebijakan kepala sekolah yang menyalahi aturan.”itu kebijakan kepala sekolah,jelas menyalahi aturan dan melanggar hukum.kalau buktinya lengkap tindaklanjuti sesuai aturan hukum,”Ringkasnya.(Usman)

LEAVE A REPLY