Peningkatan Jalan Rabat Beton Desa Pulau Betung Menuju Lopak Aur diduga Asal Jadi

0
159

Mulai retak.

Jambinow.com, Batanghari  – Pembangunan peningkatan Jalan Rabat beton di Desa Pulau Betung menuju desa Lopak Aur kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari diduga dikerjakan asal jadi, pasalnya selain retak setelah dibangun kondisi timbunan Sayap jalan tidak rata tanpa pengerasan sehingga mengganggu masyarakat sekitar jalan yang mempunyai kendaraan harus menimbun sendiri agar bisa dilewati.Terkait kualitas dan mutu pembangunan jalan tersebut. diduga tidak sesuai standar spesifikasi pembangunan jalan rabat beton.

Untuk informasi Jalan tersebut Bersumber dari APBD kabupaten Batanghari dengan Anggaran RP.3.300.089.000, Yang dilaksanakan PT megasari sejati dengan masa kontrak 95 hari kalender serta konsultan supervisi ,PT Sidlacon Engineer consultant.

Hasil pantauan awak media Jambinow.com di lapangan salah seorang warga desa Pulau Betung yang enggan dipublikasikan namanya beberapa waktu lalu mengatakan, jika ingin melakukan suatu pembangunan hendaknya harus mengedepankan kelayakan bangunan tersebut.

“Kita sangat miris melihat pembangunan peningkatan Jalan Rabat beton tersebut yang asal dikerjakan itu, inikan tidak maksimal karena untuk digunakan warga dan kita khawatir kondisinya tidak akan bertahan lama, baru dibangun kondisi badan jalan sudah retak” katanya.

Warga yang melintas saat dikonfirmasi wartawan Jambinow.com mengatakan Jalan yang menghabiskan dana APBD senilai Rp.3.300.089.000 (Tiga milyar tiga ratus juta delapan puluh sembilan ribu rupiah) yang kondisi jalan seperti ini maka kami duga ini ada KKN nya, ini jelas kerugian negara dan bisa dilihat kondisinya. Selain itu di papan plang merek tidak tercantum volume hanya tertulis 1 paket.Di duga peningkatan jalan rabat beton tersebut tanpa Perencanaan terkesan membodohi masyarakat serta tidak sesuai UU no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasu publik.

“Kami minta pihak terkait untuk memberi sanksi tegas, ini jelas- jelas diduga ada tindakan KKN,masa jalan yang menghabiskan dana diatas 3 milyar kondisinya seperti ini,”cetus warga.

Ketika komfirmasi awak media kepala desa Pulau Betung, Ahmad Yani yang akrab disapa Muk kulup mengatakan tidak tahu atas pekerjaan peningkatan Jalan tersebut.

“Saya tidak tahu, karna pekerjaannya dilakukan Tanpa melibatkan pihak desa serta tanpa Salam” ucapnya.

Sampai berita ini dinaikan belum ada pihak terkait baik dari kontraktor atau pun pemerintahan yang bisa dikonfirmasi.(Usman)

LEAVE A REPLY