Jembatan Sembiyo Bahar Utara Mulai Retak

0
61
Jembatan yang bernilai milyaran yang sudah retak

P. Kadis PU Muarojambi Yultasmi, memang seharusnya retak

Jambinow.com, Muarojambi – Yultasmi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Muarojambi, beranggapan Retak yang terjadi pada jembatan Sembiyo senilai Rp 4,2 milyar, yang berada di DesaTalang Datar (Unit VI) Kecamatan Bahar Utara tidak bermasalah, karena menurutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim tehnis Dinas PU Kabupaten Muarojambi, keretakan yang terjadi itu, berada dibagian sambungan jembatan, yang memang memang dirancang sebagai fungsi dari jembatan tersebut.

“Untuk masalah jembatan Sembiyo sudah ditindak lanjuti, bila pekerjaan ini masih dalam masa pemeliharaan dan ditemukan adanya kerusakan maka rekanannya akan kita suruh perbaiki, dan berdasarkan hasil pemeriksaan tim tehnis kita (red-PU Muarojambi) retak yang terjadi itu, memang seharusnya retak, karena berada pada sambungan jembatan yang memang bisa bergerak sesuai denga¬† fungsinya, ” ucapnya.

Tentunya tanggapan yang disampaikan oleh Kadis PU Kabupaten Muarojambi ini sangat jauh berbanding terbalik dengan pemberitaan dibeberapa media sebelumnya, dimana berdasarkan hasil pantaun dilapangan, keretakan yang terjadi pada jembatan sembiyo ini terjadi bukan pada sambungannya, tetapi pada keempat sisi bahu jembatan yang retaknya nyaris putus hingga kebagian bawah  masing masing bahu jembatan tersebut.

Kemudian, dengan peryataan Kadis PU Muarojambi tersebut, tentunya akan menambah kekecewaan serta memperkuat dugaan Masyarakat, bahwa Dinas PU Kabuapten Muarojambi tidak profesional dalam melakukan pengawasan terhadap pengerjaan jembatan yang menelan anggaran milyaran rupiah ini.

“Masa baru sebulan dilewati sudah retak, bagaimana pengawasannya ini,” ujar Wawan salah seorang warga setempat

Selain itu dalam pemberitaan sebelumnya masyarakat juga mensinyalir bila jembatan sembiyo ini dikerjakan tidak sesaui dengan spekfikasi yang sudah ditentukan.

“Saya yakin kalau kondisi jembatan sembiyo seperti ini, pengerjaannya jembatan ini disinyalir tidak sesuai dengan bestek.” pungkas Desnat salah satu tokoh masyarakat Bahar. (ndi)

LEAVE A REPLY