Oknum Samsat Juga Tipu Pol Pp Muarojambi

0
121
Kantor samsat Muarojambi

Jambinow.com, Muarojambi- Kantor Pol PP Muaro Jambi turut serta menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan pajak kendaraan bermotor di UPT Samsat Muaro Jambi dalam tahun 2018.

Kasat Pol PP Muaro Jambi,  Raden Abdul Gani mengakui instansi yang dipimpinnya ikut menjadi korban penipuan mantan petugas Samsat Muaro Jambi. Ada tiga unit mobil dinas Pol PP yang diurus perubahan nomor polisi tahun lalu. Perubahan nomor polisi tersebut sampai sekarang tidak kunjung selesai.

” Uangnya sudah Kami kasih,  tapi sampai sekarang dak tuntas.  Setelah ditelusuri,  uang yang kita serahkan tersebut dibawa kabur oleh oknum Samsat bernama Febi,” kata Raden Abdul Gani

Dikatakannya bahwa pihaknya belum berniat untuk melaporkan oknum Samsat Muaro Jambi itu kepada penegak hukum. Pol PP masih mengupayakan pendekatan penyelesaian melalui orang tua pelaku.

” Tapi kalau tidak dikembalikan juga,  jalan terakhir maka akan kita polisikan,” ujarnya.

Gani sendiri belum bisa memastikan jumlah kerugian atas perubahan nomor polisi mobil dinas instansinya.  Sebab,  yang mengurus pajak dan perubahan nomor polisi merupakan bawahannya.

” Angka pastinya ngak tahu,  jutaan jugalah,” katanya.

Kepala UPT Samsat Muaro Jambi,  Muhammad Zuhri membenarkan bahwa Pol PP Muaro Jambi ikut tertipu. Pol PP juga sudah koordinasi dengan Samsat terkait masalah tersebut.

” Pol PP sudah melapor ke kita, laporannya ada tiga unit yang diurus tahun lalu,” kata Zuhri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/1)

Menurut Muhammad Zuhri,  penipuan dan penggelapan itu terjadi dikarenakan para pengurus pajak tidak mengikuti proses pembayaran pajak melalui loket. Para korban rata-rata menitip pengurusan pajak melalui Febi,  selaku petugas honorer Samsat Muaro Jambi.

” Kalau mengurus melalui loket pasti tidak akan tertipu.  Faktanya mereka mengurus melalui pegawai honor, inilah yang terjadi, ” kata pria yang bertugas di Samsat Provinsi Jambi ini.

Zuhri menjelaskan bahwa jumlah korban penipuan oleh petugas Samsat  sebenarnya cukup banyak. Sementara ini yang baru melapor secara resmi sebanyak 17 orang. Total jumlah kerugian korban mencapai Rp50 juta.

” Sebenarnya korbannya cukup banyak. Soalnya ada juga korban tidak mau ribut sehingga langsung membayar pajaknya dua tahun, ” ujarnya.

Modus operandi yang lakukan oknum Febi terhadap para korban dengan cara meminta korbannya untuk mempercayakan pengurusan pajak kepada pelaku. Pada saat sholat zuhur, pelaku kemudian diam-diam masuk ke ruangan petugas untuk memprint STNK yang baru lengkap dengan perubahan pajak kendaraan.

” Jadi STNK itu asli,  tapi uang pajaknya tidak masuk ke kas. Dan perbuatan itu dilakukan Febi saat situasi sepi. Tepatnya saat sholat zuhur, ” katanya.

Penipuan dan Penggelapan Pajak di Samsat Muaro Jambi yang terjadi saat ini bukanlah yang pertama. Pada 2017 lalu juga terjadi hal yang sama dengan jumlah korban yang lebih banyak.

” 2017 lalu juga ada kejadiannya,  petugas itu sudah diberhentikan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kejadian tidak terulang kembali,  Zuhri menghimbau agar wajib pajak mengurus pajak melalui loket.  Beliau turut mengigatkan wajib pajak agar tidak menitip pengurusan kepada pegawai honorer atau calo.

” Kita minta diurus sendiri,  jangan nitip. Saya juga sudah mengingatkan agar para pegawai tidak macam-macam,” katanya.

Zuhri mengakui bahwa perbuatan oknum pegawai Samsat tersebut sama sekali tidak berpengaruh.  Antusias masyarakat untuk membayar pajak kendaraan masih cukup tinggi. ” Belum berpengaruh. Soalnya, target pajak Rp19 miliar telah terealisasi Rp22 milliar,” ujarnya.

Mengenai kerugian yang dialami para korban,  Muhammad Zuhri mengaku tidak mau lepas tangan. Dirinya sudah koordinasi dengan orang tua Febi agar bersedia mengganti kerugian para korban. (Red)

LEAVE A REPLY