Candi Muarojambi Tetap Jadi Andalan Pariwisata

0
44

Candi muarojambi yang masih jadi andalan sektor PAD Pariwisata Muarojambi.

Jambinow.com, Muarojambi – Sektor pariwisata di Kabupaten Muaro Jambi belum tergali optimal.  Pemda Muaro Jambi selama ini hanya mengandalkan objek wisata Candi Muaro Jambi sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Robi Irwanda, Kabid Pariwisata Dinas  Parpora Muarojambi mengakui destinasi wisata yang dikelola pemerintah hanya Candi Muarojambi. Sedangkan objek wisata lainnya dikelola oleh pihak swasta.

” Satu-satunya objek wisata yang kita kelola cuman Candi Muaro Jambi. Sisanya dikelola swasta,” kata Robi Irwanda.

Robi menjelaskan bahwa target PAD objek wisata Candi Muaro Jambi tahun ini sebesar Rp475 juta. Naik sebesar Rp. 25 juta dibanding tahun lalu.

” Tahun lalu target PAD Rp450 juta, terealisasi 88 persen, ” ujarnya.

Robi menyebut bahwa PAD dari objek wisata Candi Muaro Jambi hanya mengandalkan karcis masuk. Kondisi tersebut membuat target pendapatan kurang begitu maksimal. Sebab,   realisasi target pendapatan akan sangat bergantung pada jumlah pengunjung.

” Untuk tahun 2017 kita hanya mendapatkan Rp 333 juta atau 74 persen. Begitu juga di Tahun 2018, tidak tercapai karena realisasi target cuman 88 persen,” katanya.

Kedepannya, Robi berjanji akan meningkatkan pendapatan sektor pariwisata. Caranya, bisa melakukan kerjasama dengan pihak ketiga atau menambah wisata yang telah ada.

“Tempat wisata yang sangat berpotensi itu banyak, tapi hanya sedikit yang berdiri di lahan pemda,” katanya.

Robi mengungkapkan bahwa pihaknya  kini tengah membentuk kreatif center, pengembangan desa wisata dan wisata tematik untuk lebih menggali PAD wisata yang ada di Kabupaten Muarojambi.

” Program ini nantinya kita harapkan bisa menggali PAD wisata kedepannya,” ujarnya.

Warga menilai kinerja pemerintah khususnya Dinas Parpora belum serius mengurus pariwisata Muarojambi. Padahal, cukup banyak potensi wisata di Muarojambi tetapi belum dimaksimalkan.

“ Pemerintah harus kreatif,  jangan cuman mengandalkan Candi Muaro Jambi, potensi objek wisata yang lain juga harus digarap,” kata Toni, Warga Kemingking Dalam,  Kecamatan Taman Rajo.

Toni turut menyoroti objek wisata yang dikelola pihak ketiga. Dia meragukan  apakah pemerintah memperoleh income dari wisata yang dikelola pihak swasta tersebut. ” Kalau ada incomenya bagus, kalau tidak maka pemerintah hanya sebagai penonton, “katanya.(red)

LEAVE A REPLY