Desa Markanding Diterjang Banjir Bandang

0
60

Kepala BPBD Muarojambi M. Zakir

Jambinow.com, Bahar  – Beberapa rumah di Desa Markanding, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi, terendam air akibat diterjang bencana banjir bandang pada Minggu pagi (10/2). Peristiwa banjir bandang yang datang secara tiba-tiba itu turut merendam satu unit Gereja GPIB serta ruas jalan yang ada dilokasi.

“ Kejadian banjir bandang itu terjadi kemarin, pada Minggu sore harinya air langsung surut. Jadi tidak Kami laporkan ke BPBD,” kata Camat Bahar Utara, Taufik saat dikonfirmas Senin (11/2).

Taufik mengaku sempat berencana untuk turun meninjau lokasi banjir. Hanya saja, banjir sudah keburu surut sehingga dirinya membatalkan rencana tersebut. Bencana itu diakui Taufik cukup dasyat. Ketinggian air mencapai leher orang dewasa.

“ Saya tadinya mau turun, tapi setelah mendapat laporan sudah surut makanya saya batalkan. Rumah yang terendam juga sedikit, hanya beberapa rumah,” ujarnya.

Taufik menjelaskan bahwa bencana banjir bandang di Desa Markanding bukan kali pertama. Hampir setiap kali hujan deras, daerah ini selalu terkena banjir bandang. Air dari kebun sawit langsung mengalir deras merendam permukiman yang ada di desa tersebut.

“ Desa ini termasuk dataran rendah, jadi kalau hujan deras sampai tiga jam saja, pasti air meluap dan merendam rumah warga yang ada di desa itu,” katanya.

Peristiwa banjir bandang ini tidak sampai memakan korban jiwa, tetapi kerugian materil tidak dapat dihindarkan. Kerugian materil itu sendiri belum bisa bisa ditaksir. “ Kalau korban jiwa tidak ada, paling kerugian materil. Itupun belum bisa kita taksir,” ujarnya.

Kepala BPBD Batanghari, M.Zakir mengatakan belum mendapat informasi terkait adanya banjir bandang di Desa Markanding. Pihak kecamatan sama sekali belum melaporkan peristiwa maupun data korban bencana banjir bandang itu kepada BPBD.

“ Sampai sekarang belum ada laporannya, jadi Kami tidak tahu,” Kata Muhammad Zakir, Senin (11/2)

Zakir menyebut, banjir bandang memang kerap terjadi di wilayah Bahar Utara dan Bahar Selatan. Belakangan ini peristiwa itu sering terjadi akibat musim penghujan yang rutin mengguyur dua kecamatan itu.

“ Kalau dulu sering dilaporkan ke Kita, tapi saat kita mau turun air sudah surut. Mungkin karena banjirnya cepat surut makanya tidak lagi dilaporkan ke BPBD,” ujarnya.

Menurut Zakir, Peristiwa banjir bandang di Bahar Utara dan Bahar Selatan selalu bersumber dari hujan. Banjir bandang diduga terjadi karena dua daerah itu dikenal sebagai kawasan perkebunan sawit. “ Kalau daerah kebun sawit itu kan susah resapan airnya, jadi air hujan itu langsung mengalir ke rumah-rumah warga,” katanya. (red)

 

LEAVE A REPLY