Penyelesaian Tapal Batas Muaro jambi Tinggal Menunggu Permendagri

0
99

Jambinow.com, Muaro Jambi – Tapal batas Kabupaten Muaro Jambi masih bermasalah hingga saat ini. Tercatat ada tiga segmen tapal batas antara Muaro Jambi dengan kabupaten tetangga yang belum terselesaikan. Masing-masing tapal batas Muaro Jambi – Batanghari,  Muaro Jambi – Tanjab Barat dan Muaro Jambi – Tanjab Timur.

Kepala Bagian Pertanahan dan Batas Wilayah Setda Muaro Jambi,  Iqbal mengatakan bahwa sebelumnya ada enam segmen tapal batas Muaro Jambi yang bermasalah. Tiga segmen tapal batas telah berhasil diselesaikan dan tiga segmen tapal batas lainnya masih menunggu proses penyelesaian.
” Dulunya ada Enam segmen tapal batas Muaro Jambi yang bermasalah, Tiga segmen sudah selesai dan tersisa tinggal tiga segmen lagi, ” kata Iqbal kepada Jambinow.

Tiga segmen tapal batas yang telah berhasil diselesaikan yaitu segmen tapal batas Muaro Jambi – Kota Jambi,  Muaro Jambi – Banyuasin Provinsi Sumsel dan Muaro Jambi – Kabupaten Muba, Provinsi Sumatera Selatan.

Penyelesaian Tiga segmen tapal batas tersebut melalui keputusan Permendagri. Tapal batas Muaro Jambi dan Kota Jambi diselesaikan melalui putusan Permendagri Nomor 88 tahun 2017, kemudian Muaro Jambi dengan Muba berdasarkan Permendagri nomor 126 tahun 2018. ” Sementara tapal batas Muaro Jambi dengan Kabupaten Banyuasin diselesaikan melalui Permendagri Nomor 127 tahun 2018,” ujarnya.

Dengan adanya penyelesaian tiga segmen tapal batas tersebut maka tersisa tiga segmen tapal batas yang belum selesai. Tiga segmen yang menunggu penyelesaian itu adalah tapal batas Muaro Jambi dengan Batanghari, Muaro Jambi dengan Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi dengan Tanjung Jabung Barat.

” Terkait tapal batas Muaro Jambi dengan Tanjabar sebenarnya sudah hampir dibuatkan permennya, hanya terkendala di Biro Hukum Kementrian Dalam Negeri, jadi kita tinggal menunggu saja” ujarnya

Pemkab Muaro Jambi sendiri menargetkan tiga segmen tapal batas dengan kabupaten tetangga ini selesai secepatnya. Sebab,  penyelesaian tiga segmen tapal batas ini tinggal menunggu keputusan permendagri.

” Target kita harus selesai tahun ini juga, itu yang kita harapkan, “katanya.

Iqbal mengakui bahwa dalam penyelesaian tapal batas tentu ada kesulitan. Salah satunya adalah masyarakat yang tinggal di wilayah tapal batas yang bermasalah telah memiliki identitas kabupaten tetangga.

” Masyarakat tetangga itu juga banyak yang mengklaim wilayah kita,  hal ini juga menjadi kendala di lapangan, ” kata pria yang baru dipromosikan menjabat eselon III ini.(red)

LEAVE A REPLY