Pungli Prona Desa Ture Dinilai Jalan Ditempat

0
117

Jambinow.com, Batanghari – Lambatnya penangananan dugaan pungli pembuatan sertifikat prona desa Ture membuat Ketua Bidang Kriminal Umum LCKI Jambi Raden Irmansyah angkat bicara, dia meminta Agar Pihak penyidik Polres Batanghari untuk bersikap profesional, lebih serius dalam menindaklanjuti laporannya, yang mewakili masyarakat, melaporkan Kades Ture yang diduga melakukan pungli pembuatan sertifikat Porona Sebesar Rp.700.000/persil di Tahun 2016 dan 2017.

“Mengapa kami presure pihak Polres Batanghari karena agar secepatnya ada kejelasan dan kepastian hukum atas masalah dugaan pungli yang diduga dilakukan oleh Kades Ture tersebut, kami tidak mengharapkan laporan jalan di tempat, bahkan terkesan tidak jelas penyelesaiannya. Saya dan rekan-rekan beserta Masyarakat justru mendukung upaya Pihak Kepolisian dalam rangka memberantas praktek-praktek Pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dalam rangka pemberantasan tindak pidana korupsi, dan apa yang kami lakukan ini adalah sebagai wujud dari fungsi kontrol sebagai masyarakat terhadap kinerja lembaga penegak hukum dan kami berkomitmen untuk mengawal kasus tersebut sampai selesai,” katanya.

Seperti diketahui,sebagai pelapor Raden Irmansyah membantu masyarakat desa Ture yang merasa dizolimi, melaporkan Kades Ture kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari ke DitKrimsus Polda Jambi,Senin 06 Agustus 2018 lalu,Nomor laporan 098/LCKI/JBI/VIII/2018 yang dilimpahkan ke ditkrimsus Polres Batanghari.dengan dugaan melakukan Tindak Pidana Pungutan Liar (Pungli) sebagaimana diatur didalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Dengan meminta sejumlah uang kepada Masyarakat pembuat sertifikat Porona yaitu sebesar Rp. 700.000/persil dan Terlapor melalui Aparaturnya meminta dana tersebut kepada masyarakat desa Ture yang Tanahnya dibuat sertifikat porona.Untuk mengelabui masyarakat agar terlepas dari jeratan hukum masyarakat diwajibkan tanda tangan surat pernyataan.”Tuturnya.

Sehingga menurut Raden Irmansyah, berdasarkan bukti permulaan yang cukup berupa pengakuan pengembalian sebagian uang hasil pungli kepada masyarakat. sebagai bukti minimal bagi Penyidik Krimsus polres Batanghari untuk melakukan Penyidikan dan menetapkan status Tersangka terhadap seseorang atau Terlapor yang diduga telah melakukan suatu tindak pidana.
Dikatakan Raden “Tidak ada alasan bagi Penyidik Krimsus Polres Batanghari untuk tidak segera melakukan Penyidikan dengan menaikkan dan menetapkan status Terlapor dan para Saksi terkait sebagai Tersangka dalam kasus dugaan Pungli tersebut sesuai dengan barang bukti dan alat bukti sah yang telah diserahkan oleh Pelapor atau yang telah didapatkan Penyidik dalam proses meminta keterangan dan klarifikasi terhadap masyarakat selaku korban dan kades sebagai Terlapor.”Ringkasnya.

Ditempat terpisah, Kuasa Hukum Masyarakat desa Ture yaitu Dian Burlian SH.MA yang juga Wakadivpimpus Yayasan Lembakum Indonesia mengatakan, dengan dua alat bukti yang sah sebagaimana disebutkan di dalam Pasal 184 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) diantaranya, keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa, maka sudah sepantasnya dan seharusnya Penyidik Krimsus Polres Batanghari menetapkan status Terlapor sebagai Tersangka dugaan Pungli.

“Dalam kasus ini sudah lebih dari dua alat bukti sah yang didapatkan Penyidik, karena dalam proses pemeriksaan Penyidik telah memeriksa dan meminta Keterangan saksi, baik Saksi Pelapor maupun saksi-saksi lainnya yang melihat dan mengetahui terjadinya suatu tindak pidana, adanya bukti surat dan petunjuk dari para saksi yang dimintai keterangan termasuk pengakuan terlapor berupa pengembalian sebagian Uang hasil pungli kepada masyarakat desa Ture yang menjadi korban Pungli sertifikat Porona serta adanya pengakuan atau keterangan dari Terlapor itu sendiri yang mengakui meminta dan menerima sejumlah uang dan telah mengembalikan sebagian uang tersebut kepada masyarakat,” tutupnya.(Usman)

LEAVE A REPLY